Showing posts with label cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita. Show all posts

Sunday, February 27, 2011

[faiz] My Holiday Weekend

On Saturday I went to 360 mall. It was a fun place. My Dad are looking some clothes. Then my dad saw a nice clothes. I said to my dad “it is nice”. My dad buyed two or three maybe. After that I buyyed five pair of sokcs. My mom buyyed clothes to. But me my dad and my baby brother bought some gingerbreadman. My bad went outside with me and my baby brother. My baby and me were eating the gingerbreadman. But I think it is not delishus. But my baby likes it. When my mom had finish shopping my mom and dad let me buy a toy for me and my baby. Fianly ate noodle and I went home. But it was still morning so I played games and mom and dad and my baby watched movie. It was for adult.
Minggu yang lalu, 20 Feb 2011, sangat surprise ketika memeriksa tas sekolah Faiz menemukan secarik kertas yang berisi tulisan di atas. Setiap awal minggu, di kelas Faiz di BSK (British School of Kuwait), anak-anak disuruh menuliskan kegiatan mereka selama liburan. Kadangkala beberapa anak disuruh ke depan kelas untuk membacakan cerita mereka. Kami tahu kegiatan ini dari cerita gurunya waktu konsultasi orang tua-guru. Miss Carole, gurunya Faiz di year 2 ini, memperlihatkan beberapa tulisan Faiz juga, namun kami tak sempat membacanya dengan seksama, karena waktu konsultasi yang mepet. Biasanya sih hanya melihat, “wow karangannya banyak juga ya, sampai satu halaman penuh, bisa juga sulungku itu cerita,hahaha”.
Makanya agak heran juga ketika melihat tulisan ‘weekend’ dia terselip di tas. Waktu melihat bunda dan ayahnya membaca tulisannya, Faiz buru-buru bilang, kalo itu boongan (maksudnya tulisan yg benarnya sudah dikasih ke gurunya, itu hanya coret-coret dia, semacam draft kali ya,hehee..). Aku dan suami membacanya bergantian, sambil tersenyum-senyum geli. Miris juga sekaligus. Karena pasti tulisan weekend-nya Faiz selalu tentang shopping ke mal, la wong hampir tiap minggu jalan-jalannya ke mal. Lagi winter begini, jarang sekali kami pergi ke pantai atau taman, selain dingin, anginnya membuat nggak enak badan.
Di tulisannya ini, memang masih banyak kesalahan terutama soal spelling dan grammar-nya. Tanda bacanya juga masih keteteran. Tapi setidaknya Faiz sudah bisa menuliskan isi pikirannya. Menuangkannya dalam urutan yang jelas, sehingga orang lain yang membacanya bisa mengerti apa yang ingin dia ceritakan lewat tulisannya itu. Untuk anak year 2 setara kelas 1 kalau di Indonesia, kami takjub juga mereka sudah diajarkan menulis bebas begini. Selain mengarang bebas, mereka juga disuruh menulis cerita dari gambar yang diberikan. Biasanya ada sekitar 3 gambar bercerita.
Ada kalanya malah disuruh mengarang dan menggambar ilustrasinya sekaligus. Tak heran belakangan ini Faiz senang sekali membuat ‘buku komik’ sendiri. Jadi sepulang sekolah, dia ambil beberapa kertas HVS, dilipat 2 lantas dijepret. Setelah itu biasanya dia serius gambar dan nulis dialognya. Ceritanya sih nggak jauh dari monster atau misi-misi berbahaya, maklum anak cowok:))
Yang menarik dari sistem pelajaran british school ini adalah mengajarkan anak belajar menggambar secara tidak langsung. Setiap pertanyaan biasanya meminta dijawab pakai ilustrasi juga. Misalnya, tulis dan gambar makanan kesukaanmu. Waktu belajar tentang ‘movement’ suruh gambar anak lagi main slide atau main ayunan. Gubrak deh, bundanya aja gak bisa tuh kalo disuruh gambar,hahaha. Walhasil jawabannya ya gambar-gambar lucu begitu. Acak kadut lah bikin ketawa.
Tapi lama-lama Faiz jadi terbiasa gambar, kerjanya tiap hari pulang dari sekolah, ya coret-coret kertas, gambar-gambar. Kadang pakai cat air buat warnainnya. Alhasil di rumah tiap hari bertebaran kertas-kertas karena adiknya juga jadi ikut-ikutan. Bahkan baru-baru ini dia bilang kalau ingin belajar gambar, padahal dulu disuruh les gambar, nolaknya setengah matiJ
Kembali ke tulisan weekend Faiz, yang membuat aku dan suami tersenyum-senyum geli sekaligus malu, adalah bagian shoppingnya itu lo. Jadi ketauan deh kalo suka belanja, beli baju sekaligus tiga lagi, hahaha... Padahal itu hanya karena lagi sale saja, mumpung lagi murah meriah, baju-baju branded didiskon setengah harganya. Bagian terakhir tulisannya juga bikin kami semaput, “It was for adult”. Waduh apa nanti persepsi gurunya, dikiranya kami nonton film apaan gitu, hehehe. Waktu itu ayahnya nonton film yang banyak adegan kelahi sama darahnya, trus dibilangin kalo Faiz dan Fadhil jangan nonton, ini filmnya ayah sama bundaJ Jadi memang benar sih it was or adult, hahahaha....

Monday, February 21, 2011

[flashfiction] Kunci Rumah

“Kamu, bener-bener payah Ma, ini kunci cadangan kita yang terakhir, setelah dua kunci rumah kamu hilangkan juga!”

“Maaf Pa, tapi seingat Mama tadi naruhnya di saku celana.”

“Kenapa naruh di situ, gak tahu apa kalo naruh di saku pasti jatuh?! Aarghhh…!!” Teriak Handoko kesal dan marah. Tatapan matanya melotot ke arah istrinya yang sedang sibuk mengaduk-aduk isi tasnya, mencari kunci rumah mereka.

“Sekarang gimana coba? Mau didobrak, dan itu berarti semalaman rumah kita tanpa pintu?”

“Sabar dong, ini kan sedang dicari?” teriak balik istrinya yang mulai terlihat kesal dan panik.

“Sabar..sabar.. lupamu itu sudah kelewatan, Ma. Sebelumnya kunci terjatuh di taksi, coba kalo supirnya jahat, bisa dipake buat rampok rumah kita. Sebelumnya juga lupa matiin kompor sampai pancinya hangus, nyaris saja kita kehilangan rumah dan isinya”.

“Kok kamu jadi ngungkit-ngungkit gitu sih, aku kan sedang nyari, bukannya bantuin, malah ngomel.”

“Aku ngomel karena kamu tuh gak pernah dengar omonganku. Berkali-kali kubilang, simpan kunci di tas ato dompet, biar tidak jatuh. Masih saja ngeyel nyimpan di saku celana. Sebentar lagi kayaknya kamu bakal lupa sama anak dan suamimu sendiri."

“Kok kamu gitu sih Pa, ngomongnya. Kamu keterlaluan,” jerit istrinya sambil berlari meninggalkan dia dan anak-anaknya.

Melilhat itu amarah Handoko semakin meluap. Dia merasa dilecehkan oleh istrinya. Tak digubris tangisan kedua anaknya. Segera dia memijit speed dial istrinya, namun tak kunjung ada jawaban. Lima kali dia mencoba, namun hasilnya nihil. Aarghhh.. Handoko menjerit dalam hati melampiaskan segala rasa marahnya pada sang istri.

Namun tangisan kedua anaknya yang semakin keras dan para tetangga yang sekarang mengerubunginya, membuat akal sehatnya kembali. Handoko pun nekat menjebol pintu rumahnya, lebih baik terjaga semalaman di depan pintu yang tak berdaun, daripada harus tidur di rumah tetangga dengan rentetan pertanyaan dari mereka.

Dua jam berlalu, istrinya tak kunjung datang. Teleponnya pun tak ada sahutan. Handoko merutuki istrinya dalam hati. Serentetan omelan siap keluar dari bibirnya ketika hp-nya berdering dengan no istrinya berkedip di layar ponsel. Namun mulutnya mendadak kelu, dan dengan kekuatan yang tak terduga, dia segera berlari mengendarai mobilnya. Istrinya kecelakaan, dan sekarang ada di rumah sakit. Begitu kata polisi yang menelpon lewat ponsel istrinya.

Kesal dan marah Handoko berubah sesal, dan segera menguap menjadi kelegaan tak terkira, ketika dilihat istrinya sedang duduk di ranjang rumah sakit. Tak kurang suatu apa. Hanya ada perban di dahinya. Istrinya terlihat cantik, Handoko pun berlari menghampirinya, siap untuk memeluknya.

“Ma, Mama tidak apa-apa kan? Syukurlah. Maafkan Papa ya!”

Istrinya terlihat kaget, bangkit dari duduknya, menghindari pelukannya. Sebuah logam jatuh dari pangkuan istrinya. Kunci rumahnya!!! Gemerincing bunyinya ketika menyentuh lantai. Pelan saja. Sepelan suara istinya.

“Kamu siapa??!”
(irfach)